SINERGITAS UPTD PUSKESMAS TARAMAN DENGAN SATUAN PENDIDIKAN WILAYAH KERJA: WUJUDKAN MPLS SEHAT MELALUI KENALI BAHAYA ROKOK DAN NAPZA, KESEHATAN REPRODUKSI, BAHAYA PERGAULAN BEBAS SERTA GERAKAN INDONESIA ASRI DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Taraman, OKU Timur – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan hanya menjadi ajang perkenalan peserta didik baru dengan lingkungan sekolah, tetapi juga merupakan momentum yang sangat strategis dalam membentuk karakter, perilaku hidup sehat, serta meningkatkan literasi kesehatan bagi generasi muda. Berangkat dari semangat tersebut, UPTD Puskesmas Taraman menjalin sinergitas yang kuat dengan seluruh satuan pendidikan di wilayah kerjanya dalam pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027.

Sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter, UPTD Puskesmas Taraman melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan pada pelaksanaan MPLS di SMA Negeri 1 Semendawai Suku III, SMK Negeri 1 Semendawai Suku III, dan MA Subulussalam Sriwangi. Kegiatan ini mengusung tema “Wujudkan MPLS Sehat melalui Kenali Bahaya Rokok dan Napza, Kesehatan Reproduksi, Bahaya Pergaulan Bebas serta Gerakan Indonesia Asri di Lingkungan Sekolah.”

Kegiatan edukasi ini merupakan salah satu implementasi pelayanan kesehatan usia sekolah dan remaja yang menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif UPTD Puskesmas Taraman dalam mendukung terciptanya satuan pendidikan yang sehat, aman, nyaman, dan ramah anak.

Kepala UPTD Puskesmas Taraman menyampaikan bahwa tantangan kesehatan yang dihadapi anak usia sekolah dan remaja saat ini semakin kompleks. Tidak hanya berkaitan dengan masalah kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, perilaku berisiko, hingga pengaruh lingkungan sosial yang semakin dinamis. Oleh karena itu, kolaborasi antara sektor kesehatan dan pendidikan menjadi sangat penting untuk memberikan pemahaman yang benar kepada peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah.

“Kami ingin MPLS tidak hanya menjadi kegiatan penyambutan peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan peningkatan kesadaran kesehatan. Generasi muda harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kesehatannya, mampu mengambil keputusan yang tepat dalam pergaulan, serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman,” ungkap Kepala UPTD Puskesmas Taraman.

 

Kenali Bahaya Rokok dan Napza Sejak Usia Sekolah

Rokok masih menjadi salah satu pintu masuk berbagai perilaku berisiko pada kalangan remaja. Tidak sedikit penelitian yang menunjukkan bahwa kebiasaan merokok pada usia dini dapat meningkatkan risiko penggunaan zat adiktif lainnya di kemudian hari.

Melalui kegiatan MPLS sehat, peserta didik diberikan pemahaman mengenai berbagai kandungan zat berbahaya dalam rokok konvensional maupun rokok elektronik (vape), serta dampaknya terhadap kesehatan tubuh, mulai dari gangguan paru-paru, penyakit jantung, penurunan kebugaran fisik, hingga risiko kecanduan nikotin.

Selain itu, edukasi mengenai Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) juga menjadi salah satu materi utama dalam kegiatan ini. Peserta didik diajak untuk mengenali berbagai jenis Napza yang sering disalahgunakan oleh remaja serta dampaknya yang dapat merusak kesehatan fisik, mental, sosial, hingga masa depan mereka.

Petugas kesehatan juga memberikan pemahaman bahwa penyalahgunaan Napza tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat berimplikasi pada permasalahan hukum dan hilangnya kesempatan untuk meraih cita-cita. Oleh karena itu, peserta didik diharapkan mampu menjadi generasi yang berani mengatakan “Tidak” terhadap rokok, vape, maupun penyalahgunaan Napza.

 

 

Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Bahaya Pergaulan Bebas

Di era digital saat ini, akses informasi yang sangat mudah menjadi tantangan tersendiri bagi para remaja. Kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi sering kali menyebabkan munculnya berbagai perilaku yang dapat membahayakan kesehatan dan masa depan mereka.

Melalui kegiatan MPLS sehat, peserta didik mendapatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi remaja yang disampaikan secara ilmiah, edukatif, dan sesuai dengan usia mereka. Materi yang diberikan meliputi perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta bagaimana menjaga diri dari berbagai perilaku berisiko.

Selain itu, peserta didik juga diberikan pemahaman mengenai bahaya pergaulan bebas yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kehamilan yang tidak direncanakan pada usia remaja, meningkatnya risiko penyakit menular seksual, gangguan kesehatan mental, hingga putus sekolah yang berpotensi memengaruhi masa depan mereka.

Edukasi kesehatan reproduksi juga bertujuan untuk membangun kemampuan peserta didik dalam mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab. Mereka diajak untuk memahami bahwa menjaga kesehatan reproduksi merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas hidup dan meraih cita-cita di masa depan.

Dengan pengetahuan yang tepat, diharapkan peserta didik mampu memiliki batasan yang jelas dalam pergaulan, memahami pentingnya menghargai diri sendiri, serta menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam kehidupannya.

 

Gerakan Indonesia Asri di Lingkungan Sekolah

Selain membangun perilaku hidup sehat, UPTD Puskesmas Taraman juga mengajak peserta didik untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman melalui Gerakan Indonesia Asri (GIA).

Gerakan Indonesia Asri merupakan salah satu upaya untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah. Melalui gerakan ini, peserta didik diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membiasakan perilaku peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Peserta didik juga diajak untuk memahami bahwa lingkungan yang bersih dan asri memiliki hubungan yang erat dengan kesehatan fisik maupun mental. Lingkungan sekolah yang nyaman dapat meningkatkan semangat belajar, menciptakan suasana yang positif, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Gerakan Indonesia Asri diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya peduli terhadap kesehatan dirinya, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi tempat yang sehat, hijau, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.

 

Pelaksanaan MPLS Sehat ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan kesehatan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. UPTD Puskesmas Taraman meyakini bahwa sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai hidup sehat kepada generasi muda.

Melalui sinergitas yang terjalin dengan satuan pendidikan di wilayah kerja, diharapkan seluruh peserta didik tidak hanya mampu berprestasi secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, bebas dari rokok dan Napza, memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi, mampu menjaga diri dalam pergaulan, serta menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan sekolah yang bersih dan asri.

UPTD Puskesmas Taraman akan terus berkomitmen memberikan pelayanan promotif dan preventif melalui berbagai kegiatan edukasi kesehatan sebagai bagian dari implementasi Integrasi Layanan Primer pada kelompok sasaran usia sekolah dan remaja.

Dengan semangat kolaborasi antara tenaga kesehatan, pendidik, orang tua, dan peserta didik, mari bersama-sama mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan sebagai tempat tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

“Sekolah Sehat, Siswa Hebat. Bebas Rokok dan Napza, Cerdas dalam Pergaulan, Peduli Lingkungan, Menuju Generasi Emas Indonesia 2045.”

Promkes UPTD Puskesmas Taraman.