OKU TIMUR – UPTD Puskesmas Taraman, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan jiwa. Melalui program penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), tim kesehatan puskesmas secara aktif melakukan aksi “jemput bola” dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga yang membutuhkan perhatian khusus.
Langkah ini diambil guna memastikan para penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Taraman mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak, memantau kepatuhan konsumsi obat, serta memberikan edukasi kepada pihak keluarga mengenai tata cara perawatan yang tepat.
Pendekatan Humanis: Bersihkan Diri hingga Edukasi Keluarga
Tim medis dari UPTD Puskesmas Taraman bersama kader kesehatan melakukan pendekatan yang sangat humanis kepada salah seorang pasien wanita. Tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik, petugas juga dengan sabar membantu memotong rambut dan membersihkan kuku pasien demi menjaga personal hygiene (kebersihan diri) pasien tersebut.
“Pendekatan secara memanusiawakan pasien seperti ini sangat penting untuk membangun kepercayaan (trust) antara petugas dan pasien, sehingga proses pengobatan ke depan bisa berjalan lebih optimal,” ujar salah satu petugas puskesmas di lapangan.

Sinergi Lintas Sektor Terkait Penanganan Pasung
Selain perawatan kebersihan dan medis, UPTD Puskesmas Taraman juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memantau kasus-kasus khusus, termasuk penanganan pasien yang mengalami pembatasan ruang gerak atau pasung akibat kondisi kejiwaan yang dinilai belum stabil.

Petugas kesehatan didampingi oleh perangkat desa , mengunjungi salah seorang pasien laki-laki di kediamannya. Kehadiran lintas sektor ini bertujuan untuk memberikan edukasi secara perlahan kepada keluarga agar secara bertahap melepaskan pasung, seiring dengan berjalannya terapi obat yang diberikan oleh puskesmas.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Pihak UPTD Puskesmas Taraman menegaskan bahwa kunci utama dari keberhasilan program kesehatan jiwa ini adalah dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan sekitar.
Puskesmas berharap masyarakat tidak lagi memberikan stigma negatif terhadap penderita gangguan jiwa. Dengan penanganan medis yang tepat, rutin, serta lingkungan yang mendukung, para pasien ODGJ memiliki kesempatan besar untuk pulih, hidup mandiri, dan kembali bersosialisasi di tengah masyarakat.
Program kunjungan rumah (home visit) kesehatan jiwa ini dipastikan akan terus berjalan secara berkala sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata hingga ke pelosok desa di wilayah Semendawai Suku III, OKU Timur.
(Promkes UPTD Puskesmas Taraman)