Diseminasi Hasil Pelatihan Perawatan Jangka Panjang untuk Mewujudkan Lansia Mandiri dan Bermartabat Sebagai Tindak Lanjut Peningkatan Kompetensi SDM UPTD Puskesmas Taraman

 

Taraman, 04 Juli 2026 – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), UPTD Puskesmas Taraman melaksanakan Diseminasi Hasil Pelatihan Perawatan Jangka Panjang (Long Term Care/LTC) yang merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang telah diikuti oleh tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Taraman di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan diselenggarakan pada Kamis, 2 Juli 2026, bertempat di Aula UPTD Puskesmas Taraman, dan dibuka oleh Kepala UPTD Puskesmas Taraman, sebagai Narasumber dalam pertemuan ini Dwi Nurahmawati, SST., Bdn., M.Kes. dan Erni Lismawati, AMKep.

Dalam sambutannya, Kepala UPTD Puskesmas Taraman menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu strategi utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang berkualitas. Setiap tenaga kesehatan yang mengikuti pelatihan di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional memiliki tanggung jawab untuk mendiseminasikan materi yang diperoleh kepada seluruh pegawai agar kompetensi organisasi meningkat secara merata.

Beliau juga menegaskan bahwa meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia menuntut kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga pada upaya mempertahankan kemampuan fungsional lansia agar tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Diseminasi ini diikuti oleh seluruh staf Puskesmas, tenaga dokter, bidan desa, serta tenaga kesehatan lainnya yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Taraman. Kegiatan ini merupakan implementasi dari prinsip transfer knowledge, yaitu penyebarluasan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan kepada seluruh tenaga kesehatan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dalam pelayanan kepada masyarakat.

Simulasi praktik perawatan lansia sebagai bagian dari pembelajaran Perawatan Jangka Panjang (Long Term Care).

Materi yang disampaikan dalam kegiatan diseminasi meliputi konsep dasar Perawatan Jangka Panjang (PJP), tujuan dan prinsip pelayanan Long Term Care, identifikasi kebutuhan lansia, asesmen kondisi kesehatan, penyusunan rencana perawatan, serta kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat dalam memberikan pelayanan yang berkesinambungan.

Selain penyampaian teori, peserta juga mendapatkan materi mengenai:

  • Konsep penuaan sehat (healthy ageing);
  • Pencegahan penurunan fungsi fisik dan mental pada lansia;
  • Pendampingan lansia dengan penyakit kronis;
  • Peran keluarga sebagai caregiver utama;
  • Komunikasi efektif kepada lansia dan keluarga;
  • Praktik dasar dalam membantu aktivitas sehari-hari lansia secara aman.

Metode pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui presentasi, diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, serta demonstrasi praktik perawatan lansia. Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai permasalahan yang sering ditemui di lapangan sehingga materi yang disampaikan dapat langsung dihubungkan dengan kondisi nyata di wilayah kerja masing-masing.

Peserta mengikuti penyampaian materi dan diskusi interaktif mengenai konsep Perawatan Jangka Panjang bagi lanjut usia.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Bidan desa, tenaga dokter, maupun staf Puskesmas aktif menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman dalam memberikan pelayanan kepada lansia, khususnya lansia dengan penyakit kronis, keterbatasan aktivitas, maupun yang memerlukan pendampingan keluarga. Diskusi yang berlangsung menjadi sarana untuk menyamakan persepsi dalam penerapan Perawatan Jangka Panjang di seluruh wilayah kerja UPTD Puskesmas Taraman.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh tenaga kesehatan memiliki pemahaman yang sama mengenai implementasi Perawatan Jangka Panjang sesuai dengan kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dengan meningkatnya kompetensi tenaga kesehatan, pelayanan kepada lansia dapat dilakukan secara lebih komprehensif, terintegrasi, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan individu.

Pelaksanaan diseminasi ini juga menjadi bagian dari komitmen UPTD Puskesmas Taraman dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer melalui penguatan pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan, khususnya lanjut usia. Perawatan Jangka Panjang tidak hanya bertujuan memperpanjang usia harapan hidup, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Ke depan, hasil dari pelatihan dan diseminasi ini akan diimplementasikan dalam pelayanan sehari-hari melalui peningkatan pelayanan Program Lansia, kunjungan rumah (home care), pembinaan Posyandu Lansia, pendampingan keluarga, serta kolaborasi lintas program dan lintas sektor dalam mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien (people centered care).

UPTD Puskesmas Taraman berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi seluruh tenaga kesehatan melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan masyarakat.

#Promkes UPTD Puskesmas Taraman