TARAMAN – UPTD Puskesmas Taraman terus berinovasi dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat. Melalui program “Podtalk” (Podcast Talkshow) edisi terbaru, sabtu 09 Mei 2026. UPTD Puskesmas Taraman mengangkat tema “Mengenal Flu Singapura” atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD). Kegiatan ini menghadirkan tiga dokter internship, yaitu dr. Meli, dr. Tasya, dan dr. Henry, sebagai narasumber utama.

Dalam diskusi yang santai namun interaktif, para dokter menjelaskan bahwa Flu Singapura (HFMD) adalah penyakit infeksi virus yang umum menyerang anak usia di bawah 5 tahun. Penyakit ini menular melalui kontak langsung dengan cairan hidung, tenggorokan, air liur, atau tinja penderita.
Gejala khas yang perlu diwaspadai orang tua meliputi:
* Demam ringan hingga sedang.
* Muncul sariawan atau luka lecet di area mulut (lidah, gusi, pipi bagian dalam) yang menyebabkan nyeri saat menelan.
* Ruam berupa bintik merah atau lepuhan kecil di telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang di bokong atau lutut.
Meskipun umumnya bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri (self-limiting) dalam 7–10 hari, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mencegah dehidrasi. Pencegahan terbaik adalah dengan membiasakan cuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan lingkungan, dan isolasi sementara bagi anak yang sedang sakit.


Kepala UPTD Puskesmas Taraman, Ahmad Syaikhu, SKM., M.Kes., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau secara khusus menyampaikan terima kasih kepada dr. Meli, dr. Tasya, dan dr. Henry yang telah bersedia berbagi ilmu dan meluangkan waktu sebagai narasumber yang sangat kompeten dalam sesi edukasi ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan dokter internship atas dedikasi dan kesediaannya menjadi narasumber. Penjelasan yang mereka berikan sangat lugas dan sangat membantu masyarakat dalam memahami langkah medis yang tepat,” ujar Ahmad Syaikhu.
Tak lupa, beliau juga memberikan penghargaan kepada Tim Inovatif dan Tim Kreator UPTD Puskesmas Taraman yang telah bekerja keras mengemas materi medis menjadi konten digital yang menarik dan mudah dipahami.
“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi antara dokter narasumber, tim inovatif, dan tim kreatif. Usaha mereka mengubah edukasi kesehatan menjadi format Podtalk yang santai adalah langkah cerdas untuk menjangkau masyarakat lebih luas, terutama generasi muda dan orang tua milenial. Ini membuktikan bahwa Puskesmas Taraman hadir dengan layanan yang adaptif dan kekinian,” tambahnya.
Beliau berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan agar kesadaran masyarakat Taraman terhadap pola hidup bersih dan sehat semakin meningkat. Bagi masyarakat yang ingin menyimak ulang materi diskusi, rekaman lengkap Podtalk dapat diakses melalui kanal media sosial resmi Facebook UPTD Puskesmas Taraman.


(Promkes UPTD Puskesmas Taraman)
Semangat membangun negeri melalui Edukasi Kesehatan